Rabu, 08 September 2010

RESENSI BUKU

RESENSI BUKU

1. Resensi adalah timbangan atau penilaian terhadap buku yang telah diterbitkan dan beredar di masyarakat.

2. Langkah langkah menulis resensi adalah sebagai berikut :

a. Melakukan penjajakan terhadap buku yang akan diresensi. Hal yang perlu dijajaki meliputi tema buku, penerbit, pengarang, dan katagori buku.

b. Membaca buku yang akan diresensi secara tuntas dan intensif untuk memahami isi buku secara menyeluruh.

c. Memberi tanda bagian-bagian yang dianggap penting dan akan dimunculkan dalam resensi.

d. Membuaat sinopsis atau inti sari buku.

e. Menentukan sikap terhadap buku. Sikap tersebut meliputi

- organisasi atau karangan penulisan, meliputi kohesi dan koherensi antarbagian yang ditulis;

- isi penyataan, meliputi bagaimana bobot ide, analisis, penyajian data, dan pemikiran yang disampaikan;

- bahasa, meliputi pemilihan kata, struktur kalimat, dan penerapan ejaan;

- aspek teknis, meliputi tata letak, tata wajah, dan sebagainya.

f. Mengoreksi dan merevisi hasil resensi untuk menghasilkan tulisan yang benar-benar berkualitas.

3. Unsur-unsur yang dinilai dalam buku adalah sebagai berikut.

a. Jenis buku, apakah yang termasuk fiksi atau nonfiksi. Jika buku tersebut buku fiksi, ditunjukkan apakah termasuk cerpen, novel, antologi puisi, atau jenis lainnya.

b. Kemurnian ide, apakah buku tersebut hasil karya asli dari pengarangnya, atau merupakan buku jiplakan dari buku yang pernah terbit.

c. Bentuk, apakan buku tersebut disusun secara praktis, ilustrasi pada kover, ilustrasi dalam isi buku, jenis kertas yang digunakan, jenis huruf, dan sebagainya.

d. Isi, mengulas tentang unsure intrinsic dan ekstrinsik (untuk buku fiksi).

e. Bahasa, mengulas tentang gaya bahasa, penyampaian, keterbacaan, dan sebagainya.

f. Kesimpulan, mengungkap apakah buku tersebut layak atau tidak untuk dibaca.

4. Susunan bahasa risensi buku meliputi hal-hal sebagai berikut.

a. Pendahuluan, memberi gambaran keadaan buku, seperti judul, nama pengarang, nama penerbit, jumlah halaman, dan sebagainya.

b. Sinopsis buku, mengemukakan isi buku secara ringkas sebagai bukti pemahaman resensator.

c. Komentar, berisi komentar resensator terhadap isi buku.

d. Kesimpulan, berisi keputusan layak dan tidak mengenai isi buku dan manfaat isi buku bagi pembaca.

5. Syarat penyusunan resensi adalah sebagai berikut:

a. objektif, singkat, padat, tetapi menyeluruh;

b. jelas dan langsung pada sasaran;

c. lugas, jujur, dan sesuai kemampuan pembaca;

d. menggunakan bahasa ilmiah;

e. memiliki nilai guna atau bermanfaat bagi pembaca.

Contoh resensi buku fiksi

Resensi Buku

Judul buku : Azab dan Sengsara

Pengarang : Merari Siregar

Penerbit : Balai Pustaka

Tahun terbit : 1918

Cetakan ke- : 1

Buku Azab dan Sengsara ini termasuk jenis roman karya Merari Siregar yang merupakan kritik tidak langsung terhadap berbagai adat dan kebiasaan kuno yang tidak sesuai dengan perkembangan zaman modern. Roman ini adalah roman pertama yang mengupas masalah kawin paksa yang kemudian menjadi tema yang menarik dan banyak dikemukakan dalam roman-roman Indonesia.

Dalam roman ini, diceritakan nasib buruk seorang gadis bernama Mariamin yang tidak kesampaian menikah dengan kekasihnya, Aminudin. Semua itu karena orang tua Aminudin tidak setuju memiliki menatu Mariamin yang meskin walaupun antara Marimin dan Aminudin saling mencintai.

Sebenarnya orang tua Mariamin sebelumnya adalah orang yang kaya raya,tetapi karena keserakaan ayahnya, Datuk Beringin, mereka akhirnya jatuh miskin. Ketika Datuk Beringin meninggal, ia meninggalkan anaknya dan istrinya dalam keadaan miskin. Mariamin akhirnya menikah dengan Kasibun yang ternyata sudah beristri dan mempunyai anak. Slain itu, Kasibun juga mengdap penyakit kotor. Pada akhirnya nroman ini diceritakan Mariamin akhirnya meninggal ddalam keadaan sengsara.

Meskipun roman ini bercerita tentang kehidupan modern, gaya dan koposisi roman Azab dan Sengsara ini tidak jauh berbeda dengan hikayat-hikayat lama. Situasi kejiwaan pada tokoh-tokoh nyata kurang mendapat perhatian serius oleh pengarang. Dalam beberapa bagian tampak tokoh-tokohnya memberikan nasehat pajang lebar sehingga timbul kesan ingin mengui pembaca.

Akan tetapi, sebagai roman pertama kesusastraan kita perlu mengacungkan jempol atas keberanian pengarang, Merari Sirigar, mengemukakan idenya tentang kawin paksa.menurut penulis, cerita ini benar-benar terjadi.

Dengan mengangkat latar di Sipirok, Merari siregar mengisahkan sepasang kekasih yang menentang adat kawin paksa, Akan tetapi, mereka tidak berani menentang secara mutlak sehingga pada akhir cerita, yang tetap menang adalah orang tua sebagai pemegang adapt. Dengan demikian tujuan pengarang utuk mengadakan pembaharuan belum tercapa sepenuhnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar