Rabu, 08 September 2010

SYAIR

SYAIR

1. Syair merupakan jenis karya sastra berbentuk puisi lama yang berasal dari Arab.

2. Kata syair berasal dari kata syuur yang berarti perasaan.

3. Syair tiba di Indonesia dibawa oleh para pedagang dari bangsa Gujarat, Persi, dan Arab.

4. Ciri-ciri syair adalah sebagai berikut:

a. tersusun atas beberapa bait;

b. setiap bait terdiri atas 4 larik yang maknanya berhubungan;

c. setiap larik terdri atas 4 sampai 6 kata atau 8 sampai dengan 12 suku

kata ;

d.setiap larik merupa kan isi;

f. rima setiap akhir lariknya adalah a a a a;

g. setiap bait mempunyai hubungan arti atau isi;

h. isi merupakan cerita atau berita.

5. Kegunaan syair pada zamannya adalah sebagai berikut:

a. Untuk membuat cerita yang panjang bahkan hingga ratusan bait.

b. Ungtuk membentangkan ilmu pengetahuan, nasihat, dan kebenaran.

c. Untuk melahirkan kasih sayang dalam keluarga.

6. Perbedaan pantun dan syair

No

Pantun

Syair

1

Merupakan hasil kesusastraan Indonesia asli

Merupakan kesusastraan akibat pengaruh bangsa arab

2

Bersajak ab ab

Bersajak aa aa

3

Isi terdapat pada baris ketiga dan keempat

Isi terdapat pada semua baris

4

Mempunyai sampiran

Tidak mempunyai sampiran

5

Tiap bait pantun berdiri sendiri

Antara bait satu dengan yang lain saling berhubungan maknanya.

Perhatikan contoh ” Syair Bidasari ” berikut.

Setelah Baginda mendengarkan sembah

Wajah yang manis pucat berubah

Baginda berangkat dada ditebah

Hati susah susah gelabah

Hulubalang menteri larilah fana

Baginda pun masuk ke dalam istana

Tuan Puteri Pusparatna

Hatinya terkejut terlalu bena

Puteri itu hamil delapan bulan

Bertambah sangat kesukaran

Dibawa baginda turun berjalan

Suatu pun tidak perbekalan

Setelah sampai ke dalam hutan

Serta berat dengan ketakutan

Baginda tidak tahukan jalan

Puteri pun sakit dengan keberatan

Adapun akan tuan puteri

Oleh Baginda dipimpin jari

Tidak terbawa badan sendiri

Kasihan melihat laki istri

Terlelu belas di dalam hati

Sepanjang jalan singgah berhenti

Barang kehendak dituruti

Bertemu sungai singgah mandi

7. Untuk menyanyikan puisi, sebuah puisi harus diolah atau diaransemen

sehingga menjadi lagu dan dapat dinyanyikan.

Contoh menyanyikan puisi

Berita Kepada Kawan

Karya Ebiet G. Ade

Perjalan ini terasa sangat menyedihkan

Saying engkau tak ada disampungku, kawan

Banyak cerita yang mestinya kau saksikan

Di tanah kering bebatuan

Duh, duh….

Tubuhku terguncang dihempas batu jalanan

Hati bergetar menambah kering rerumputan

Perjalanan ini pun seperti jadi saksi

Gembala kecil menangis sedih

Ooo….

Kawan coba dengar apa katanya

Ketika ia kutanya mengapa?

Ayah ibunya telah lama mati

Ditelan bencana tanah ini

Sesampainya di laut

Kukabarkan semuanya

Kepada karang

Kepada ombak

Kepada matahari

Tetapi semua diam

Tetapi semua bisu

Tinggal aku sendiri

Terpaku menatap langit

Barangkali disana ada jawabnya

Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan

Melihat tingkah kita

Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa

Atau alam mulai enggan

Bersahabat dengan kita

Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Hoooo… Hoooo….

Baris-baris dalam lagu tersebut dapat disebut puisi karena bersifat puitis.

setelah diolah, puisi tersebut dapat dinyanyikan dan enak didengar.

1 komentar:

  1. Salam kenal. Kunjungi http://willyediyanto.wordpress.com
    Izin link.

    BalasHapus